Sabtu, 14 Agustus 2010

TEMPAT WISATA DI MEDAN (SUMUT) 2

Pemandian Pangkal Namo Sira-sira



Pemandian Alam Pangkalan Namu Sira Sira terletak di Desa Blinteng dan Durian Lingga. Objek pemandian alam ini merupakan sungai yang jernih dengan air yang begitu sejuk dan menyegarkan. Objek ini berada dalam kawasan proyek bendungan irigasi Namu Sira Sira, Kecamatan Sungai Bingai dengan jarak tempuh sekitar 18 Km dari Binjai. Kita dapat berkunjung ke tempat ini dengan menggunakan kendaraan roda empat dan waktu tempuh sekitar +- 30 menit.

Pemandian ini sebenarnya merupakan proyek bendungan irigasi untuk mengairi persawahan petani. Tetapi karena yang disekitarnya cukup indah, pada hari libur sekolah tempat ini menjadi salah satu alternative kunjungan wisata.
Ekowisata Tangkahan



Kawasan Ekowisata Tangkahan berada di Kecamatan Batang Serangan. Hamparan hutan rimba yang menyelimuti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menyimpan ribuan macam Flora serta berbagai jenis Fauna seperti Orang Utan, Harimau Sumatera, Kedih, gajah dan beberapa jenis burung langka yang dilindungi seperti Kuaw, Merak dan Enggang, menjadikan alam tangkahan begitu memukau dan mempesona. Terdapat juga fauna langka yang tetap dilestarikan seperti bunga bangkai raflesia yang mengundang wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Air sungai Batang Serangan yang banyak dihuni jenis-jenis ikan air tawar seperti jurung, sibarau, can-can dan lain-lain sangat menjanjikan sebagai tempat rekreasi memancing. Dilokasi ini juga telah tersedia 3 buah Cottage atau pondok wisata yang dibangun di kesunyian rimba kawasan ini. Bagi mereka yang berjiwa petualangan, objek ini sangat menantang untuk melakukan aktifitas tracking, Tubbing, camping atau ingin menikmati perjalanan di seputar kawasan dengan menunggang gajah. Di tempat ini juga kita dapat menjumpai dan menikmati air panas, air terjun serta gua-gua yang begitu fantastis.

Ekowisata Tangkahan ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Lokasi yang berjarak sekitar 90 km dari kota Binjai memakan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kawasan ini selalu menjadi tempat dilakukannya berbagai kegiatan-kegiatan seminar oleh beberapa LSM yang sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan. Itulah sebabnya upaya yang dilakukan masyarakat melalui Lembaga pariwisata Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) serta LSM Peduli Lingkungan telah menghasilkan penghargaan konservasi alam tingkat Nasional pada tahun 2006.

MESJID RAYA MEDAN



ISTANA MAIMUN MEDAN


MENARA TIRTANADI MEDAN

GEDUNG LONDON



Pada akhir abad ke 19, daerah Kesawan yang tadinya hanya berupa kampung biasa lambat laun telah berubah menjadi distrik komersial dan ekonomi di kota Medan. Jalan Kesawan diramaikan dengan berdirinya beberapa kantor perusahaan dagang/perkebunan, toko/kedai, bank dan restoran.
Salah satu bangunan peninggalan era kolonial dan suksesnya usaha perkebunan di Medan ialah Gedung Juliana(Juliana gebouw) atau yang sekarang ini lebih dikenal dengan Gedung Lonsum (PT. London Sumatra Tbk).

Gedung Lonsum selesai dibangun pada tahun 1909, bersamaan dengan lahirnya ratu Juliana(Dutch Royal family) dan pemiliknya ialah perusahaan perkebunan karet British “Harrisons & Crosfield” company. Harrisons & Crosfield(H&C) didirikan oleh Daniel Harrison, Smith Harrison and Joseph Crosfield pada tahun 1844 di Liverpool dan bergelut di bidang importir teh dan kopi.
Gedung Lonsum(London Sumatra) atau Juliana Building ini berlantai 5 dan yang pertama kali menggunakan lift pada masa itu. Di depan gedung Juliana ini dulunya adalah Gedung kantor perusahaan pelayaran Rotterdam’s Lloyd yang kemudian menjadi Djakarta Lloyd.

KANTOR POS BESAR MEDAN



Kantor Pos Besar yang terletak di sisi utara lapangan Merdeka Medan kini tampak masih berdiri kokoh di usianya yang hampir mencapai 100 tahun.
Bangunan yang berdiri tahun 1911 ini relatif lebih terawat ketimbang bangunan tua yang masih berdiri di Medan. Ada banyak bangunan tua bersejarah di Medan terancam ambruk karena diterlantarkan begitu saja.
Menurut Muhammad TWH, salah seorang wartawan senior kepada antarasumut.com mengatakan, gedung kantor pos besar Medan yang usia nya hampir 100 tahun tersebut merupakan salah satu ikon kota Medan.
Dikatakannya, disamping gedung Kantor Pos Besar Medan, dulunya ada sebuah bangunan yang di sebut balai prajurit, merupakan sebuah tempat pertemuan.
Menurutnya Kantor Pos Besar Medan tersebut memiliki ciri khas seperti bangunan peninggalan Belanda umumnya.


 RUMAH TJONG A FIE MEDAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar